Friday, December 22, 2006

keheningan sesaat

Keheningan Sesaat

Aku yang hidup layaknya binatang, semua memanggilku seraya berseru “hey bajingan!” dan aku hanya tetap diam menerima semuanya. Malam ini begitu sunyi, siulan angin pun tak terdengar, bintang-bintang bersembunyi, bulan pun tak mau bersinar. Aku hanya duduk dan berfikir, sedang apa yang aku lakukan sekarang? Apa yang telah aku perbuat dahulu kala? Bagaimana nasibku di masa yang akan datang?

Hati ini terasa pedih, mahluk nista ini untungnya masih memiliki hati. Akhir-akhir ini aku hanya berfoya-foya, menghilangkan kesadaran diri, demi mencapai pencerahan hidup yang belum juga aku dapat. Mungkin ini karmaku, karena aku telah berbuat seenaknya, namun aku tak menyesal. Semua itu ada jalannya…

Wanita itu telah pergi, dan aku tak bisa berbuat apa-apa. Tetap hanya disini, duduk sendiri. Kesadaranku mulai hilang, dan aku mulai melihat ilusi yang tak kunjung habis. Yang lucu adalah, demi mengutarakan semua ini, aku harus menghilangkan kesadaranku, demi berkata jujur dari hati yang terdalam.

Hanya ini yang aku bisa lakukan sekarang. Menunggu dan berharap terus-menerus, sambil menyusun kata-kata yang tak menentu namun mencerminkan hati yang hitam ini. Dunia terus berputar, namun terkadang seseorang berhenti berjalan dan melihat kebelakang. Ironisnya, beberapa orang… setelah melihat kebelakang, mereka lupa untuk kembali melihat kedepan dan berjalan kembali.

Sebagian dari diriku telah hilang, namun kenangan ini tak mau kulepas. Dia yang bagaikan sebuah potongan puzzle yang terakhir, mengisi hati ini dengan penuh, akhirnya jatuh terlepas dan kemudian hilang entah kemana. Akhirnya, aku tak bisa menjadi utuh… kecuali memulai dari nol, menjadi gambar baru.

Nafas ini terasa sangat berat, aku menjadi manusia yang rusak, mata ini sekarang hanya memancarkan sinar kesedihan. Aku telah memilih jalan yang berbeda, dimana orang berbondong-bondong melewati kanan, aku dengan susah payah menempuh kiri dan dicemooh oleh yang lain. Aku telah hidup dengan berdosa, karena dosa membuatku kuat. Dosa-dosaku yang telah membuat aku merasa menjadi manusia. Aku terima segala resiko dan konsekuensi karena telah memilih jalur ini. Aku tak percaya tuhan, malaikat, agama, akhirat… (aku tak peduli orang mau berfikir apa) setidaknya aku peduli dengan cinta dan kemanusiaan.

- hanya sekedar cerita -
7 September 2006

keseimbangan

Keseimbangan
6 September 2006

Kiri dan kanan, keduanya saling melengkapi…
Namun, keduanya saling mencoba untuk mendahului…
Siang dan malam, keduanya saling memenuhi…
Namun, keduanya tak dapat bersama…

Aku disini, duduk menyendiri…
Ditemani kobaran api, dan kabut penuh ilusi…
Aku sendiri, termenung dan berfikir…
Tentang masa lalu…

Mengingat peristiwa-peristiwa dahulu kala…
Belajar dari kesalahan-kesalahan…
Jatuh dan kembali bangun…
Luka dan kembali sembuh…

Hitam dan putih, keduanya adalah berbeda…
Namun, keduanya sebenarnya adalah sama…
Benar dan salah, keduanya adalah jalan yang tak pasti…
Namun, keduanya memberikan yang sama…

Aku disini, duduk menyendiri…
Ditemani kobaran api, dan kabut penuh ilusi…
Aku sendiri, termenung dan berfikir…
Tentang masa depan…

Mengkhayalkan apa yang akan terjadi…
Mencoba mendapatkan yang terbaik…
Bahagia sampai akhir hayat…
Tertawa sampai akhir jaman…

Kedua sisi tak dapat bersatu…
Namun kita tak dapat memilih salah satu…
Keduanya saling bertolak belakang…
Namun keduanya membentuk lingkaran yang sempurna…

Aku disini, duduk menyendiri…
Ditemani kobaran api, dan kabut penuh ilusi…
Aku sendiri, termenung dan berfikir…
Menunggu panggilan itu selamanya.

- denis setiawan -

bitter night

Bitter night
3 September 2006

This night, I shall confess…
All of my deepest feeling…
Through this unbearable pain…
That already broken my soul… and my hope

Make me bleed… whips me with lust
This soul wretched, this mind is in ecstasy!
Chain me, lock me in this damp rotten room forever
Cause I’m your prisoner of love

Tortures me all you can…
Toys me all you want…
Make me as your pet & abandon me…
Give me the all of my punishments…

To see your cruelest smiles…
That is far more beautiful than aphrodite’s!
The shine’s of her eyes…
More radiant than falling star!

Thy should mourn
Thou should feast
In this world… nothing is eternal
Except changes and this persistent feelings

Shut your eyes and hold your breath
Go to sleep and have your dreams
I will sit beside you…
Watching and guarding you all night long…

Please oh please…
Don’t leave me…
Even though I’m just a little stone… that can be moved by single ant
Just hold me up from the ground, and make me as your charm

Starlight extinction…
Galaxy explosion…
Super nova & BLACK HOLES!
None you will care…

I just need my mate
I want my sweetest taboo
Ultimate never ending happiness that can be mine
Is with you…………………………….... my love

- denis setiawan -

manusia & kotak mayat

Manusia & Kotak mayat
31 Agustus 2006

Sepasang manusia saling berpelukan
Cahaya pelangi menerangi ruangan yang remang-remang
Apakah arti hidup?
Mungkin hidup hanyalah satu-satunya yang kita miliki

Berjoget dan bergembiralah! Namun hati tetap tersiksa
Hidup tanpa udara…
Sama seperti patung yang tak terpahat
Kiamat pun, tak dapat merubahnya

Dentuman musik yang keras
Menggetarkan jiwa dan hati ini
Namun apa daya… mata tak dapat meneteskan air
Dan bibir tak dapat tersenyum lebar

Bagai tubuh tak berjiwa
Sungai tanpa arus
Langit tanpa awan
Dan malam tanpa bintang

Inikah cinta?
Ataukah dillema?
Derita tanpa batas?
Ataukah kebahagiaan tanpa akhir?

Yang tersisa…
Hanyalah…
Seonggok daging, sebuah sampah
Tanpa nama, tanpa jiwa

Kelak suatu saat…
Aku yakin,
Akan terbangun,
Dari mimpi abadi ini…

Wanita bersuka ria,
Selayak nya malaikat mikail
Apakah engkau hey juwita malam,
Sang dewi keberuntunganku?

Peluk aku…
Cium aku…
Usaplah rambutku dengan penuh kasih…
Dan tersenyumlah menghadapku…

Bumi takkan dapat bersatu dengan langit, sampai akhir jaman…
Mungkinkah aku menjadi matahari & bulan?
Atau menjadi bayanganmu?
Agar setia mendampingimu setiap saat…

Lampu-lampu jalan terlihat berbeda
Penuh dengan warna-warna indah
Namun bersamamu, semua terlihat sama…
Karena aku bersamamu…

Tinggalah bersamaku disini
Selalu berada disampingku
Menggenggam tanganku setiap saat
Dan mendampingiku dalam suka dan duka…

Caci maki saja diriku
Hinalah raga nista ini
Bunuh aku dengan cintamu
Dan jadikan aku mimpi burukmu…

Karena dalam kebutaan tiada akhir ini
Aku telah jatuh dalam lingkaran yang tergelap tanpa dasar
Demi memilikimu…
Agar selalu menyayangimu…

Kelak suatu saat…
Aku akan melihat sinar itu kembali…
Berjalan keluar…
Melewati terowongan tanpa ujung ini…

- denis setiawan -